Sekelebat kerlingan mata mengusung rindu
biasnya memikat pesona
aroma-kan wangi tak jemu menyandra
mengikat napas sedalamnya bergelora
menjamah fana kian nyata
tulus mengagumi nama
Katakanlah hati nan merajai kehidupan
segala laku menuturkan kelembutan
menyuguhkan pengertian
sahajanya ramah mengagumkan
semburat kasih menapak kesempurnaan
Mengalun syahdu
gema simfoni terdengar merdu
bak mawar menyelam ke dasar nurani
membakar dahaga bening getah merah mengilhami
Teruntukmu,
tatya aras kembang aksamala
mekar bersemi mencipta asmaralaya
pada hakikat ketulusan wajah diri
tetaplah teguh melingkari jemari
Aku...pun rasaku
menegaskan napas perilaku
melalui syair bersenandung seru
menyerupai lagu mengalun mendayu-dayu
menuju pusara rindu dalam haru
di setiap sudut harapku
di sebalik nurani gerah mengadu
mengikrarkanmu,
dalam sujud liturgi mendambakan namamu
Syairku...
Bening getah merah, untukmu...
Kamis, 19 November 2015
Kamis, 12 November 2015
~ Pemuja Kaum Semu ~
Perihal bergantinya waktu
Mengurai setapak perbicangan
mengutarakan dalam kelu jeritan
seharap tatapan yang tajam
melepuh rindu tak bertuan
Mengurai setapak perbicangan
mengutarakan dalam kelu jeritan
seharap tatapan yang tajam
melepuh rindu tak bertuan
Tiada lain gemuruh rindu
Menyergap menuju nyata yang pilu
Hingga kini
Waktu yang terus berlalu
bayang semu menari menggugah deru
bersenandung di ujung kepiwaian kalbu
Resonansi pemuja kaum semu
kian nampak merdu menyeru
bergemuruh rindu
tiada padam membelenggu
Lembut terdengar...
Teriakan jauh di dalam kewarasan diri
meski jiwa berusaha keras mengucap pada dunia
Bahwa, "kau telah tiada,
tetaplah rasa kita dulu...menari indah di atas nama lain duniaku"...
#Aksarakita
#Komunitasbuku
Menyergap menuju nyata yang pilu
Hingga kini
Waktu yang terus berlalu
bayang semu menari menggugah deru
bersenandung di ujung kepiwaian kalbu
Resonansi pemuja kaum semu
kian nampak merdu menyeru
bergemuruh rindu
tiada padam membelenggu
Lembut terdengar...
Teriakan jauh di dalam kewarasan diri
meski jiwa berusaha keras mengucap pada dunia
Bahwa, "kau telah tiada,
tetaplah rasa kita dulu...menari indah di atas nama lain duniaku"...
#Aksarakita
#Komunitasbuku
Langganan:
Postingan (Atom)
Interview di PT. Triniti Karya Persada & PT. Koka Indonesia
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, bulan Desember 2019 telah tiba. Tentunya pun akan segera berlalu, menyambut tahun yang baru 2...
-
Kali ini aku mau kasih review buat teman-teman yang masih ragu sama HWI. Awalnya aku juga ragu mau gabung, tapi setelah aku pikir-pikir akhi...
-
Buat Kamu yang suka koleksi sepatu bisa mampir ke blog ini atau mau lebih jelasnya bisa kunjungi FB gw https://www.facebook.com/gres.mentar...
-
Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebag...