Kamis, 19 November 2015

~ Menyeru Rasa Syairku ~

Sekelebat kerlingan mata mengusung rindu
biasnya memikat pesona
aroma-kan wangi tak jemu menyandra
mengikat napas sedalamnya bergelora
menjamah fana kian nyata
tulus mengagumi nama

Katakanlah hati nan merajai kehidupan
segala laku menuturkan kelembutan
menyuguhkan pengertian
sahajanya ramah mengagumkan
semburat kasih menapak kesempurnaan

Mengalun syahdu
gema simfoni terdengar merdu
bak mawar menyelam ke dasar nurani
membakar dahaga bening getah merah mengilhami

Teruntukmu,
tatya aras kembang aksamala
mekar bersemi mencipta asmaralaya
pada hakikat ketulusan wajah diri
tetaplah teguh melingkari jemari

Aku...pun rasaku
menegaskan napas perilaku
melalui syair bersenandung seru
menyerupai lagu mengalun mendayu-dayu
menuju pusara rindu dalam haru
di setiap sudut harapku
di sebalik nurani gerah mengadu
mengikrarkanmu,
dalam sujud liturgi mendambakan namamu

Syairku...
Bening getah merah, untukmu...

Kamis, 12 November 2015

~ Pemuja Kaum Semu ~

Perihal bergantinya waktu
Mengurai setapak perbicangan
mengutarakan dalam kelu jeritan
seharap tatapan yang tajam
melepuh rindu tak bertuan


Tiada lain gemuruh rindu
Menyergap menuju nyata yang pilu

Hingga kini
Waktu yang terus berlalu
bayang semu menari menggugah deru
bersenandung di ujung kepiwaian kalbu
Resonansi pemuja kaum semu
kian nampak merdu menyeru
bergemuruh rindu
tiada padam membelenggu

Lembut terdengar...
Teriakan jauh di dalam kewarasan diri
meski jiwa berusaha keras mengucap pada dunia
Bahwa, "kau telah tiada,
tetaplah rasa kita dulu...menari indah di atas nama lain duniaku"...

‪#‎Aksarakita‬
‪#‎Komunitasbuku

Interview di PT. Triniti Karya Persada & PT. Koka Indonesia

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, bulan Desember 2019 telah tiba. Tentunya pun akan segera berlalu, menyambut tahun yang baru 2...