Jumat, 18 Desember 2015

Produk kecantikan, HWI, diet sehat, beaty, putih alami

Haii... haiii..
Yang mau cantik langsing putih sehat.. Ga usah bingung, aku punya lho solusinya
produk-produk herbal dari HWI..
Aku sendiri udah pakai, temen-temenku juga
Dijamin aman tanpa efek samping..
yukk kepoin chat aku ya..

Line : gresmentari
Bbm : 53845e1d
WA  : 085774688663


Kamis, 19 November 2015

~ Menyeru Rasa Syairku ~

Sekelebat kerlingan mata mengusung rindu
biasnya memikat pesona
aroma-kan wangi tak jemu menyandra
mengikat napas sedalamnya bergelora
menjamah fana kian nyata
tulus mengagumi nama

Katakanlah hati nan merajai kehidupan
segala laku menuturkan kelembutan
menyuguhkan pengertian
sahajanya ramah mengagumkan
semburat kasih menapak kesempurnaan

Mengalun syahdu
gema simfoni terdengar merdu
bak mawar menyelam ke dasar nurani
membakar dahaga bening getah merah mengilhami

Teruntukmu,
tatya aras kembang aksamala
mekar bersemi mencipta asmaralaya
pada hakikat ketulusan wajah diri
tetaplah teguh melingkari jemari

Aku...pun rasaku
menegaskan napas perilaku
melalui syair bersenandung seru
menyerupai lagu mengalun mendayu-dayu
menuju pusara rindu dalam haru
di setiap sudut harapku
di sebalik nurani gerah mengadu
mengikrarkanmu,
dalam sujud liturgi mendambakan namamu

Syairku...
Bening getah merah, untukmu...

Kamis, 12 November 2015

~ Pemuja Kaum Semu ~

Perihal bergantinya waktu
Mengurai setapak perbicangan
mengutarakan dalam kelu jeritan
seharap tatapan yang tajam
melepuh rindu tak bertuan


Tiada lain gemuruh rindu
Menyergap menuju nyata yang pilu

Hingga kini
Waktu yang terus berlalu
bayang semu menari menggugah deru
bersenandung di ujung kepiwaian kalbu
Resonansi pemuja kaum semu
kian nampak merdu menyeru
bergemuruh rindu
tiada padam membelenggu

Lembut terdengar...
Teriakan jauh di dalam kewarasan diri
meski jiwa berusaha keras mengucap pada dunia
Bahwa, "kau telah tiada,
tetaplah rasa kita dulu...menari indah di atas nama lain duniaku"...

‪#‎Aksarakita‬
‪#‎Komunitasbuku

Minggu, 11 Oktober 2015

Nuansa Wajah Lalu

Menatap lekat garis masa lalu
bilamana masih menggenggam serunya
dimanakah ikhlasmu melepas?

Jangan...
Jangan lagi menghadirkan wajah bernuansa harapan
rasaku lelah menimbangnya

Menatap lagi pergelangan tangan yang pernah diraih
bolehkah aku menangis sejadinya?
Mengapakah layak aku mendapati ini
dimana detik-detik yang pernah terluangkan
menjamu perbincangan tiada batas di ujungnya

Tertimpa kini oleh setitik hitamku
dan putihku telah sengaja kau abaikan

Dimana ikhlasmu melepas lara?
Jika saja tetap terpenjara dalam pesona fana
haruskah aku menunggu tanpa janji,
pun aku perduli tanpa rasa curiga

Masa beku terlewati
aku yang lemah berpura kebal
meski tak ingin berhenti
tetaplah aku mencaci di relungnya nurani

Jumat, 28 Agustus 2015

Tawa yang tak tergapai

Sudah ku tepati separuh ucapan
yang hanya ucapan tanpa ku berjanji
Beranjak ku gapai hal hal sulit ketidak mungkinan
sekeras itu pula ku mencari
Tak peduli apa itu berarti
hingga kini yang ku dapati
secarik kertas bertuliskan perih

Berhentii... tidak aku tidak berhenti
aku bahkan tau ini akan terjadi
kamu hanya sebuah tawa yang tak tergapai
bila harus melukai
Itu mungkin kamu tidak mengetahui
dan aku tak pernah pergi

Kamu mengajarkan bagaimana memulai
Tanpa mengajari bagaimana mengakhiri

Menyesakkan mungkin hanya itu
yang bisa ku bagi
Jika saja aku mampu
Berkata bahwa aku tak kuasa
bersikap pura pura menahan rasa
Akan ku sudahi semua ini

Rabu, 20 Mei 2015

Semua tentang kamu

Ingat.. ya ku ingat semua tentang masa, masa lalu, masa itu. Masa lalu tak mungkin ku tinggalkan sementara disana tertinggal kepingan - kepingan yang menjadi debu dan tak mungkin lagi di raih menjadi satu bagian yang utuh. Dan masa itu meninggalkan kebahagiaan yang tak pernah sama. Bahkan aku tak pernah sedikit pun menemukan mu didunia yang lain di masa ku sekarang meskipun itu di sisi orang lain.

Tak pernah sedikit pun kau ada di dunia lain ku. Dalam setiap kebahagiaan itu telah ku bagi dalam doa dan ingatan ini. Aku melebarkan sayap ku setiap kali ku menemukan mu dalam gambar ini. Setiap sudut yang ku lewati ku tinggalkan nama mu. Aku bahagia dalam jarak yang terpisah antara waktu dan tempat. Aku percaya masa yang ku lalui tak akan di patahkan oleh rasa sedih ku. Aku selalu bahagia hanya dengan melihat senyummu dari kejauhan. Melintasi garis yang mungkin telah tak berwujud lagi. Lalu lalang orang - orang melangkahi, membahagiakan, menghina, mencerca, dan tertawa terbahak ku tak membuat aku ingin bergeming pergi.

Pergi untuk meninggalkan masa - masa bersama mu. Meski masa kita dalam satu waktu dan tempat hanya meninggalkan detak tanpa sepatah kata. Hanya bahasa hati yang berkata dalam senyum tersipu. Menggema dalam getaran , mematung dalam khayal, menangis dalam kerinduan. Jemari pun hanya mengusap pipi ini dan hati hanya berkata bahwa semua keindahan selalu ada. Dengan memiliki rasa ini, mengingat wajahnya, mendengar suaranya sudah sempurna untuk di rasakan. Laksana embun begitu menyejukkan hanya berada dalam satu waktu meski terbatas oleh dinding. Senyum yang memukau dengan pandangan mata yang mengerling indah. Tak pernah terlupa hal - hal terbaik yang pernah terjadi. Hingga mengikat aku sekuat ini untuk selalu mengenang dirimu.

Kepergianmu tak membuat ku pergi meninggalkanmu bahkan sampai detik ini tak pernah ku hapus dirimu. Meski banyak seseorang datang dan pergi memenuhi hati ku. Tapi kamu memliki ruangan tersendiri yang tak mungkin ditempati orang lain. Seperti itu lah rasa yang ku punya untukmu. Dan aku tahu sampai saat ini pun kamu tak pernah tahu bagaimana aku menyimpanmu.

Interview di PT. Triniti Karya Persada & PT. Koka Indonesia

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, bulan Desember 2019 telah tiba. Tentunya pun akan segera berlalu, menyambut tahun yang baru 2...