Kamis, 14 Agustus 2014

Sebuah Sudut

Dan bukan sekali ini pun aku berusaha menutupi kesedihan ku, aku berusaha menyibukkan diri ku sendiri mengatakan aku dalam keadaan baik baik saja. aku selalu tertawa, membuat kegaduhan hanya untuk mengalihkan dari perasaan sepi yang entah mengapa selalu hadir menghampiri ku. Senja disore hari yang selalu disiplin mengingatkan aku bahwa malam akan segera tiba dan mengibaskan sejuknya angin malam. dan semakin menyentuh perasaan sepi ku. seperti ada luka berlubang dalam hati ini. Menitikkan air mata bukan itu yang ku inginkan, aku ingin kembali melewati sebuah sudut yang takkan membuat ku menangis dalam kesendirian. Aku tersenyum mengembang ketika aku melewati sudut itu. Aku terbang bebas ketika aku melihat sudut itu. aku selalu membawa sudut itu pergi, kemana pun aku pergi dalam ingatan ini. Perlahan aku kehilangannya, jarak dan waktu mulai benar benar menghantarkan ku pada cerita yang membuat ku tuli. Buta akan sudut itu sendiri. Tertawa ya mungkin hanya tertawa saat aku tau sudut itu itu akan berpindah ke suatu tempat. Dan aku tak pernah tau lagi sudut itu pergi kemana dan dipindahkan kemana. Sekian lamanya waktu aku hanya bermimpi masih bisa menggenggam sudut itu melalui bayangan nyata. Garis takdir ku berbeda, aku tak mungkin melintas di persudutan ini. Rasa lelah ku pun tak perlu dibayar dengan apa pun. Aku hanya ingin tersenyum, menahan segala rasa yang seharusnya tak sanggup lagi di rasa. Seperti itu kah...

Aku mulai terbiasa tanpa membawa sudut itu. tapi lubang perasaan ini. Aku hanya bisa menyimpannya seumur hidup ku.. :)
Berharap bahawa nanti aku menemui sudut itu pada sisi yang lain dan di temapt serta waktu yang berbeda. Takkan lelah aku, menunggu dalam setiap lisan yang terpanjat kepada tuhan. Aku takkan lelah menemani mu dalam lisan ku. menunggu datangnya hari dimana setiap harapan itu entah akan membuatku semakin habis dimakan waktu atau harapan itu akan nyata hadir didepan mata ini.....

Minggu, 13 Juli 2014

Bukan Ini

Rasanya sudah tak dapat lagi dimengerti
Keinginan apa yang ada di hati ini
Terus berulang kali
Menyalahi diri sendiri
Sejauh apa pun mencari
Tak ada manusia di dunia ini
Yang sempurna, Takkan ada

Mungkin mengahrap kan seseorang itu
Hanya akan menjadi perbuatan sia - sia
Dan aku kini memiliki mu
Meskipun bukan orang yang aku damba
Seharusnya yang ku lakukan adalah menerima mu
akan semua apa yang ada

Entah lah aku hanya merasa
kenapa aku seperti ini
Tak sepantasnya ini yang ku beri pada mu
untuk semua kesabaran dan cinta
Seharusnya aku bersyukur memiliki mu
 yang menerima ku dengan segala kekurangan ku
aku selalu melihat yang lain
tanpa aku tau bagaimana rasanya menjadi orang lain..

Aku memang selalu menjaga diri
untuk tetap tinggal di hati mu
tapi entah lah apa yang ku pikirkan
aku membenci ini..
aku pun ingin memiliki perasaan itu seutuhnya
tapi yang ku rasa semakin hari aku hanya
seperti kehilangan dan semakin hilang
rasa itu....

Selasa, 25 Maret 2014

Buka Hati Mu

Haiii.. hati yang menemani perasaan ku
Apa kabar mu ? :)
Seberapa lama kah kamu akan tidur
Membiarkannya lalu lalang dalam khayalan
melangkah bebas tanpa jalur
bahagia kah kamu ?
Dengan semua aturan yang di buat
aku hampir lupa melihat mu
mana yang asli dan palsu

heyyy.. bangun dari tidur mu..
sudah cukup lama kamu menutup jendela
bukalah jendela mu dan lihat cahaya itu
dimana semua bisa bahagia
menikmati keindahan dunia..

Tinggalkan masa kelam mu itu
dan lanjutkan hidup mu selalu
meskipun rasa itu mungkin sudah kaku
percayalah disana banyak hal menunggu
untuk mencairkan suasana baruu
heyy.. hati yang sendu..
pancarkan lah senyumuu :)

Jumat, 21 Maret 2014

Sejatinya Hanya Sendiri

Sejatinya hidup ini hanya sendiri
saat pergi pun hanya sendiri
pergi ke pangkuan Yang Maha Kuasa
dan dalam ke sendirian itu ada jiwa
Jiwa yang menangis dengan tersiksa
terkadang terlalu di sibukkan dengan segala aktifitas
dan teringat pada kesendiriannya saat dia terdiam

Terlalu salah pada diri yang tegar
Berpura menjadi sosok yang kuat
tak peduli di kala hati sudah ingkar
Masih terus berjalan dengan segala ikat
berusaha mencari dimana sisi itu
sisi yang lain yang bisa menyatu

Karena kini telah bosan
menjadi seorang yang bersama - samaan
berjalan beriringan saat di landa kebahagiaan
dan disudutkan disini dalam tangisan
yang tak seorang pun menghapus air mata ini
dan diri ini sejatinya hanya sendiri

Senin, 16 Desember 2013

Tanpa Ku Ingin

Dari ribuan tetesan air ke bumi
Aku pun menitipkan salah satau bersamanya
Dengan balutan gemuruh petir
Aku pun mendera rasa yang tak ku pahami
Dalam hempasan terkoyak- koyak
Aku mengerti jika terkadang mendung
tak harus menitikkan airnya

Gerak yang tak berarti
meninggalkan secercah binar
ku tangkap dengan sembari
meyakinkan diri dalam debar
semua berjalan dengan tekanan
dan membuatkan banyak keraguan

Sekarang atau pun besok
hanya dan hanya saat semua tersisa
Aku seperti sebuah rongsok
Yang tak berguna
Tak lagi bisa membaca
Benar atau salahkah semua

Rentan rasa meretak - retak
Berlari sejauh mungkin
Menjauhi asa dengan tapak
Tanpa ku ingin pun kau tak mungkin
akan semudahnya hilang
Meski aku memaksa
Karena hati ini hanya disini
Menemani ingatan ini
Tentang kamu dan semua

Rabu, 23 Oktober 2013

Dalam Sepi

Dalam sepi ku bercerita
pada diri tentang semua yang ku rasa
aku hanya sebagian jiwa
yang terdampar dalam sisi yang berbeda
memerangi sisi gelap dalam diri
dan aku menangis dalam sepi

Dalam sepi ku mengerti
bahwasanya semua ini yang terjadi
bukan untuk kesombongan
tapi aku manusia yang ingin terlihat sempurna
semua terjadi seperti kebohongan
dan itu semua nyata

Dalam sepi ku bertaruh
memerangi hati betapa aku ingin berontak
tak perduli seberapa aku rapuh
dan dalam sepi ku mendongak
bahwa diatas langit masih ad langit
tak sepantasnya ku memandang sempit

Dalam sepi ku menangis
untuk segala perasaan ku yang telah mengiris
mengiris hati para sahabat
aku bukan lah yang terhebat
hanya maaf yang ku ucap sebelum terlambat

Jumat, 18 Oktober 2013

Karena mu

Di tepian sudut ini ku menanti
datangnya hari dimana hati itu
akan menghampiri diri
membawa seikat kedamaian dalam hati
ku menanti waktu
dimana hati itu
mengatakan aku mencintai mu

terangkat aku..
menjadi sosok yang sempurna
karena hadirmu
membuat hidupku bercahaya
karena mu..
aku bahagia
terima kasih tuhan, untuk cinta
cinta yang tulus dari nya

Interview di PT. Triniti Karya Persada & PT. Koka Indonesia

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, bulan Desember 2019 telah tiba. Tentunya pun akan segera berlalu, menyambut tahun yang baru 2...